Begin typing your search above and press return to search
13 September 2017,
 0
More Money

5 hal yang sering dilupakan dalam meningkatkan PROFIT

13 September 2017
92 Views
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

5 hal yang sering dilupakan dalam meningkatkan PROFIT

Ada bisnis yang sangat profitable, dan ada yang sulit untuk mempertahankan keuntungan.  Apa bedanya?

Suatu usaha yang mengalami turun naik profit biasanya belum menguasai bagaimana untuk mendapatkan profit yang sustainable.  Ini karena mereka memperhatikan hal2 yang salah dalam bisnis mereka.  Setiap hari mereka pantau jumlah customer, nilai omzet dan nilai profit dalam bisnis mereka.  Dan mereka menganggap bahwa memantau hal2 itu akan membantu mereka membuat keputusan yang tepat demi keuntungan bisnis mereka.

Padahal ada 5 hal yang sebetulnya lebih penting untuk dipantau di bisnis berdasarkan hukum sebab akibat.

Jumlah customer hanyalah sebuah akibat dari 2 hal pertama, yaitu: jumlah prospek dan tingkat konversi.  Sudah terbukti bahwa pengusaha yang hanya mengetahui jumlah customernya seringkali tidak tahu apa yang menyebabkan angka ini naik atau turun.  Dan karena kekurangan data, mereka cendrung memutuskan bahwa mereka kekurangan prospek.  Dan keluarlah biaya marketing baru untuk meningkatkan jumlah prospek di bisnis mereka.  Padahal, mungkin saja mereka sudah punya banyak prospek tapi team sales kurang bisa meyakinkan (atau konversi) prospek menjadi pelanggan.  Jadi masalahnya di mana sebenarnya?

 

Menginvestasikan marketing di strategi yang salah adalah penyebab utama penipisan profit di bisnis.

 

Lihat contoh kedua bisnis ini:

Bisnis A Bisnis B
Jumlah Prospek 100 10
Tingkat Konversi 10% 100%
Customer 10 10

 

Tentunya kita bisa lihat bahwa di bisnis A, mereka tidak perlu meningkatkan prospek lagi.  Cara marketing yang lebih cost efficient adalah belajar meningkatkan konversi dari 10% menjadi lebih tinggi.  Tapi di bisnis B, yang kita lihat adalah sebuah bisnis yang mampu meyakinkan 100% dari prospeknya.  Dan bila dicarikan lebih banyak prospek, maka bisnis ini bisa melejitkan omzet.

 

Jadi 2 hal pertama yang sering dilupakan adalah pentingnya mengukur Jumlah Prospek dan Tingkat Konversi untuk mengetahui sebab dari Jumlah Customer di bisnis.

 

Kita lihat contoh berikutnya:

Bisnis A Bisnis B
Jumlah Customer 10 10
Rata2 Penjualan Rp 100,000 Rp, 50,000
Jumlah Transaksi/Bln 1 2
Omzet Rp 1,000,000 Rp 1,000,000

 

Bila kita melihat hanya total omzet, kita tidak melihat apa yang benar2 terjadi.  Bisnis A bagus untuk meningkatkan rata2 penjualan ke customer.  Mungkin dengan upselling, cross selling, mereka mampu meningkatkan ke Rp 100,000 per customer.  Tapi mereka kurang strategi untuk meningkatkan jumlah transaksi.  Setiap customer beli hanya sekali sebulan.  Bila mereka bisa mencari strategi untuk jumlah transaksi, maka bisnis mereka lebih baik lagi.

Bisnis B tahu cara membuat customer kembali lagi.  Mungkin dengan incentive2 tertentu atau dengan keeping in touch dengan pelanggan, mereka berhasil membuat customer melakukan repeat order.  Masalahnya di Bisnis B adalah rata2 penjualan.  Fokus mereka harusnya mencari strategi bagaimana customer yang sudah beli bisa meningkatkan pembeliannya pada saat itu.

 

Dua hal yang sering dilupakan juga dalam peningkatan omzet adalah rata2 penjualan dan jumlah transaksi.  Pengusaha yang hanya mengukur omzet per bulan bisa jadi salah analisa akan sebab dari naik/turunnya omzet mereka.

 

Contoh terakhir:

Bisnis A Bisnis B
Omzet Rp 1,000,000 Rp 1,500,000
Profit Margin 30% 20%
Profit Rp 300,000 Rp 300,000

 

Apakah anda kenal pengusaha yang hanya melihat “bottom line” setiap kali dia membaca laporan laba ruginya?  Masalahnya di sini.  Hal yang sering dilupakan adalah profit margin dari sebuah usaha.  Kedua usaha ini profitnya Rp 300,000.  Tapi efisiensi dari bisnis A lebih baik, karena dengan omzet hanya Rp 1,000,000, dia bisa menghasilkan Rp 300,000.  Namun di bisnis B, mereka hanya bisa menghasilkan profit 20% dari omzet.  Maka Bisnis B harus bisa lebih efisien.

 

Hal terakhir yang sering dilupakan adalah strategi meningkatkan profit margin.  Banyak orang berpikir profit margin hanya bisa naik bila harga jual dinaikkan.  Kalau kita analisa sebab dari masalah profit, sebetulnya ada lebih dari 60 strategi lain yang bisa meningkatkan profit margin tanpa meningkatkan harga jual.

 

Profit hanya sebuah akibat dari 5 hal yang telah dibahas.  Bila anda mengetahui cara mengukur dan strategi2 untuk meningkatkan setiap hal tadi, profit anda akan lebih terjamin dan anda akan lebih jernih akan apa yang benar2 terjadi dalam bisnis anda.

 

Bila anda ingin mendiagnosa bisnis anda dengan seorang Business Coach untuk mengetahui hal2 yang bisa membantu meningkatkan profit anda, silahkan hubungi kami di ActionCOACH South Jakarta dan mintalah FREE BUSINESS HEALTH CHECK.

 

ActionCOACH South Jakarta adalah sebuah Business Coaching Firm yang telah membimbing pengusaha diberbagai industri untuk  mengembangkan usahanya menjadi lebih profitable dan dapat berjalan tanpa pemiliknya. Untuk informasi ttg seminar, short course, dan private business coaching, hubungi 021 25675775 atau info@actioncoachsouthjakarta.com

 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
previous article
6 Komponen Kunci Untuk Membuat Tim Pemenang
next article
Understanding Your Parents: Fearful People Hurt People