Begin typing your search above and press return to search
10 October 2016,
 0
Family Business

5 Masalah yang Dihadapi Bos Pemula di Bisnis Keluarga Sendiri! (Artikel Bisnis)

10 October 2016
117 Views
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Pulang dari studi di luar negeri dengan nilai dan kemampuan yang luar biasa ditambah posisi top management di perusahaan keluarga sudah menanti, tentu saja menjadi impian banyak orang. Namun, pernahkah Anda merenungkan bahwa menduduki posisi tinggi di usia yang masih tergolong muda umumnya membuat Anda harus bekerja ekstra keras terutama karena harus berhadapan dengan para senior di kantor? Bagaimana cara meyakinkan mereka dengan kepemimpinan Anda? Apalagi…Anda baru pertama kali menduduki posisi sebagai pemimpin tim.

Nah, simak 5 tips berikut untuk menghindari kegagalan di kesempatan pertama Anda!

1. Sering Tak dihargai Para Senior
Seringkali karyawan yang usianya lebih senior atau sudah lama bekerja di perusahaan keluarga Anda bisa jadi tidak menghargai Anda karena faktor usia yang dianggap jauh lebih muda dari mereka. Selain sering membantah dan meremehkan, mereka juga terkesan tidak respek atau bahkan diam-diam merendahkan Anda di mata anggota tim lainnya. Apalagi, bagi mereka yang tahu Anda semaca kecil.

Tenang, jangan lantas stress dan mengalah dengan keadaan! Apabila karyawan senior tersebut memiliki potensi, hindari konfrontasi yang sengaja diciptakan. Sebaiknya, ajak mereka bicara mengenai masalah dalam pekerjaan dan minta solusi darinya. Dengan begitu mereka akan merasa dihargai, dan lambat laun akan menerima kepemimpinan Anda.

Anda harus tegas memegang kendali namun tetap mencoba “bersahabat” dengan mereka. Ingat, kalau Anda lemah, anggapan kalau Anda tidak mampu itu akan terbukti.

2. Terlalu Percaya Diri Sendiri
Tidak jarang sebagai atasan yang masih muda dan merasa lebih update dengan zaman sekarang, Anda bisa jadi terlalu bersemangat dalam bekerja, sehingga sering mengabaikan risiko sebelum mengambil keputusan. Hal ini umum terjadi, terutama karena kurangnya informasi atau meminta masukan dari oleh orang-orang yang sudah lebih dahulu di perusahaannya.

Untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan, maka sebagai atasan yang masih baru jangan gengsi untuk minta masukan. Jangan berpikir karena Anda seorang atasan dan anak bos, ide, saran atau masukan orang lain tidak lagi Anda perlukan. Jangan ragu meminta masukan atau pendapat anggota tim, karena justru mereka akan merasa Anda menghargai keberadaan mereka.

3. Manajemen Waktu yang Kurang Baik
Ada yang sangat workaholic dan hobi bekerja hingga larut malam, ada yang hobinya santai dan baru akan panik saat deadline pekerjaan datang.

Yup, tidak bisa mengatur waktu memang jadi penyakit orang muda, bahkan juga pada mereka yang sudah memiliki posisi karir yang tinggi. Yang bisa Anda lakukan ialah mulai lebih serius dalam mengatur managemen waktu. Pastikan semua kegiatan Anda terjadwal dengan baik dan mulailah untuk taat pada deadline dan jadwal yang sudah dibuat.

Tidak selamanya jadwal Anda yang acak-acakan bisa bekerja. Apabila ingin karir cemerlang dan bisnis berkembang, Anda mulai harus benar-benar mulai mengatur penggunaan waktu Anda secara efektif. Tentu, Anda juga tidak bisa kan memaksa tim Anda untuk terus terjaga sepanjang malam dan mengikuti jam kerja Anda yang berantakan (Untuk tools manajemen waktu, silahkan klik DISINI).

4. Ragu Mengambil Keputusan
Ragu dalam mengambil keputusan penting juga sering dihadapi para lulusan luar negeri yang baru pertama kali memimpin sebuah tim. Salah satu jalan yang bisa dilakukan adalah dengan aktif bertanya, mencari informasi, dan meminta masukan pada rekan-rekan yang ahli di bidang tersebut, atau yang pernah memiliki pengalaman serupa.

Bukan berarti Anda harus selalu mengikuti saran mereka. Jadikan input dari rekan-rekan dan teman yang lebih senior sebagai bahan pertimbangan sebelum Anda membuat keputusan besar.
Pastikan Anda mencari masukan sebanyak mungkin dari berbagai pihak sehingga memiliki informasi yang cukup lengkap untuk mendukung apapun keputusan Anda. Jangan khawatir diremehkan mereka, karena keputusan terakhir tetap ada di tangan Anda.

5. Pekerjaan Keteteran
Semakin tinggi jabatan, semakin besar tanggung jawab yang harus diemban terutama hal-hal yang bersifat manajerial yang harus Anda tangani, misalnya pembuatan laporan, presentasi, meeting dengan berbagai pihak, hingga interview calon karyawan.

Apabila Anda sudah mulai tidak sanggup memanajemen waktu Anda sendiri, Anda perlu mempertimbangkan sekretaris atau asisten untuk membuat catatan yang rinci mengenai planning kerja day-to-day sehingga waktu Anda jelas bisa digunakan untuk hal lain yang sifatnya lebih strategis.

Mempimpin perusahaan untuk pertama kali memang penuh tantangan. Namun inilah saatnya Anda menunjukkan kepada keluarga Anda dan seluruh tim akan kualitas yang Anda miliki yang memang berharga bukan karena Anda anak bos!

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
previous article
Cara Mengelola Karyawan dengan Mindset Entrepreneur! (Artikel Bisnis)
next article
Renungkan Lagi: Inikah Alasan Utama Anda Ketika Memulai Bisnis? (Artikel Bisnis)