Begin typing your search above and press return to search
27 September 2016,
 0
Family Business

8 Tips Untuk Meneruskan Bisnis Keluarga (Artikel Bisnis)

27 September 2016
241 Views
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Anda bagian dari sebuah bisnis keluarga? Apakah Anda tertarik untuk mewarisi bisnis tersebut kepada keluarga Anda? Atau Anda adalah generasi kedua yang akan dilimpahi perusahaan? Siapkah Anda?

Menurut sebuah survei dari The Jakarta Consulting Group terhadap 87 perusahaan keluarga skala menengah ke atas di Indonesia, mayoritas pendiri mengatakan ingin agar anak-anak mereka masuk ke dalam perusahaan, dan respon dari anggota keluarga pun setali tiga uang. Temuan ini beralasan sekali, karena dengan tingkat pengangguran yang demikian tinggi peluang kerja di luar perusahaan keluarga harus diakui masih cukup sulit. Selain itu ikatan keluarga khas bangsa-bangsa timur memang relatif lebih kuat di banding di negara-negara barat.

Hal ini berbeda dengan hasil survei di negara-negara maju yang menunjukkan sebagian besar pendiri perusahaan keluarga tidak menginginkan keturunannya bekerja di perusahaan tersebut. Mereka lebih menginginkan adanya sekelompok professional yang netral yang duduk di posisi manajerial. Nyatanya, hal ini terbukti berhasil. Lihat saja beberapa perusahaan keluarga dari negara maju yang namanya masih harum sampai sekarang, bahkan telah mendunia seperti IBM, PnG, Walmart, Faber Castell dan masih banyak lagi.

Nah, bukan berarti perusahaan keluarga yang diteruskan ke generasi selanjutnya tidak punya kesempatan untuk mendunia juga. Tentu saja bisa! Untuk itu, yuk perhatikan 8 tips penting dalam regenerasi perusahaan keluarga dari Coach Cahyadi Kurniawan, khusus untuk Anda, sang penerus bisnis keluarga!

1. Founder & Successor must agree that business has a positive future. Kedua belah pihak harus merasa optimis dengan regenerasi perusahaan tersebut. Apabila rasa optimis itu tidak seimbang, maka regenerasi tidak akan terjadi dengan sempurna.

2. The business must be a sizeable business to make it worth the succession planning. Pada akhirnya, sebuah bisnis bukanlah seorang “bayi”, melainkan sebuah “investasi”. Apabila ada proyeksi yang jelas tentang bagaimana bisnis tersebut punya kesempatan untuk menjadi semakin berkembang di masa depan, tentu saja semua pihak akan tertarik untuk terlibat didalamnya.

3. Structure the business properly. Seiring berkembangnya bisnis tersebut, manajemen perusahaan sebaiknya bergantung pada sistem bukan pada orang. Umumnya, bisnis keluarga yang masih tradisional tidak memiliki delegasi yang jelas mengenai peran. Pendiri usaha dan para manajernya bisa saja memiliki dan bertanggung jawab untuk 2-3 posisi untuk mengelola pekerjaan sehari-hari. Untuk membantu proses regenerasi, peran dan tanggung jawab harus diperjelas untuk mempermudah pengambilan keputusan yang lebih cepat, menghindari duplikasi, dan meningkatkan keseluruhan efektivitas & efisiensi.

4. Establish mutual respect between Founder and Successor. Singkirkan jauh-jauh semua pengalaman masa lalu di rumah. Ketika berada di area kantor, keluarga harus jadi profesional. Gunakan panggilan umum seperti seperti “Pak” atau “Bu” daripada “Ayah” atau “Mama” atau “Nak.” Pendiri harus belajar untuk mendengarkan lebih banyak penerus mereka sebagai seorang manajer, bukan sebagai anak-anak. Penerus pun mungkin perlu menyingkirkan asumsi atau keyakinan negatif tentang orang tua mereka agar mampu berbicara secara profesional dan obyektif.

5. Founders & Successors will need to agree on future vision. Kemana arah perusahaan ini di masa depan? Bagaimana Anda menginginkan perusahaan ini berkembang? Jika terjadi keselarasan antara bagaimana penerus ingin membawa bisnis tersebut dan harapan/visi perusahaan dari pendiri, umumnya pendiri akan lebih mudah mempercayai penerusnya.

6. The Successor must prove his/her ability and passion in running the business. Sebagai anak dari pendiri perusahaan, bukan berarti Anda bisa langsung mendapatkan respect secara instan. Sebaliknya, umumnya karyawan di perusahaan tersebut bisa jadi berpikiran bahwa Anda hanya beruntung karena bagian dari keluarga pendiri usaha. Untuk itu, apabila Anda memang benar-benar memiliki passion di bisnis tersebut, inilah saatnya Anda membuktikannya. Bukan hanya untuk membuktikannya, namun untuk menjadi future leader untuk mereka.

7. The management team must switch from “relationship-based” evaluations to “competency-based.” Walaupun sudah menjadi anggota perusahaan dari mula berdirinya perusahaan tersebut, sudah saatnya tim manajemen juga mulai dinilai dari kontribusinya bukan berlandaskan hubungan teman, koneksi dan senioritas semata.

8. Establish a hand-over time frame. Proses regenerasi tidak terjadi dalam sekejap. Memberikan otoritas sepenuhnya yang terlalu dini bisa jadi menimbulkan chaos yang tidak diinginkan dan demotivasi. Untuk itu, sangat diperlukan time frame yang jelas dan milestone-milestone yang harus dicapai untuk membuktikan bahwa penerus benar-benar bisa meneruskan perusahaan dengan baik.

Harapan kami, tulisan ini dapat membantu Anda mempertahankan warisan keluarga dan melindungi aset dan orang-orang yang telah dikembangkan selama ini.

Jangan biarkan keterlibatan emosional lebih menguasai Anda daripada langkah-langkah logis yang harus dipertimbangkan dalam rangka memastikan rencana regenasi yang sukses.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
previous article
Ini Dia 6 Fakta Tentang Bisnis Keluarga (Artikel Bisnis)
next article
5 Cara Jitu Membuat Meeting Produktif (Artikel Bisnis)