Begin typing your search above and press return to search
1 October 2014,
 0
Better Business

Anda Business Owner atau Karyawan di Bisnis Sendiri?

1 October 2014
17049 Views
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Pilihan Anda untuk mengubah identitas dari status karyawan di perusahaan orang menjadi wiraswasta atau pemilik usaha adalah langkah mulia. Singkat cerita, dengan modal yang Anda kerahkan, bisnis mulai berjalan dan Anda sudah pula menggaji karyawan. Transaksi penjualan sudah berlangsung makin sering terjadi. Gambaran tentang kebebasan finansial mulai muncul di benak Anda.

Tapi apa yang kemudian terjadi? Anda makin sibuk, bahkan lebih sulit mengatur waktu dibanding ketika masih berstatus karyawan, sementara profit belum juga meningkat, sehingga pendapatan yang Anda terima belum lebih besar dibandingkan dengan gaji ketika masih jadi pegawai dulu. Karyawan Anda bergerak kesana-kemari sibuk nggak keruan, tapi para pelanggan masih sering langsung ketemu Anda, bukan ketemu tim Anda. Akhirnya Anda benar-benar berada dalam busy-ness bukan mengelola business, sebagaimana Anda cita-citakan.

Anda telah terjebak menjadi karyawan di bisnis Anda sendiri. Apakah gambaran tersebut sama dengan kondisi Anda sekarang atau mirip dengan kisah hidup teman atau saudara Anda? Banyak orang yang mengalami kondisi seperti itu, yang dalam Entrepreneurial Ladder (Tangga Kewirausahaan) berada pada tahap Self Employed. Ini merupakan level kedua setelah Employee. Diatas Self Employed adalah Manager, naik satu tahap jadi Owner, kemudian Investor, baru paling atas level Entrepreneur.

Status Self Employed bisa berkepanjangan dan destruktif, tergantung pada MINDSET pelaku utamanya. Orang-orang yang hebat dalam bidang tertentu, IT misalnya, punya kecenderungan ingin menjadi bos untuk semua lini, karena punya anggapan, setiap kerjaan/proyek tanpa kehadiran dirinya tidak akan jalan. Maka, pada saat mengerjakan proyek, orang tersebut berangkat pagi pulang malam, ketemu keluarga cuma hari minggu, itu pun dalam keadaan sudah exhausted.   Padahal jabatan di kartu namanya tertulis CEO. Apakah CEO disini berarti Chief Everything Officer?

Mindset sebagai Superman menjadikannya belum bisa memenuhi syarat ke level Manager, dimana pada level ini seseorang harusnya mampu me-manage waktunya, me-manage all resources, dan to lead the team.

Apa solusinya supaya dapat naik dari Self Employed ke level Manager? Karena menyangkut mindset, yang paling mendasar untuk dilakukan adalah membuka hati dan pikiran. Bisnis yang ingin maju tidak akan tergantung pada GUT — keberanian atau nyali. GUT sendiri di kalangan pelaku bisnis yang sukses berdasarkan sistem yang terukur dan metode yang proven, sering diartikan sebagai Gave Up Thinking.

Pelaku usaha yang ingin meningkatkan statusnya dari karyawan di bisnisnya sendiri ke level berikutnya mesti menjadwalkan waktu untuk BERPIKIR dan MENGUKUR KINERJANYA sendiri. Kalangan pelaku bisnis yang sungguh-sungguh terbuka untuk maju lazimnya lantas pada mengikuti re-edukasi bisnis, pilihan utama mereka umumnya program business coaching.

Ditulis oleh: Coach Muhammad Cholid

Video yang di rekomendasikan :


Khusus Pemilik Bisnis

Rubah Mindset, Jadilah Pemilik Bisnis Sesungguhnya
dan buat bisnis lebih berdampak!

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
previous article
Bagaimana Cara Mem-whitelist-kan Email?
next article
Anda Business Owner atau Karyawan di Bisnis Sendiri ? (Part 2)