Begin typing your search above and press return to search
11 October 2016,
 0
Better Business

Bisnis Dengan Teman Sendiri? Kenapa Tidak! (Artikel Bisnis)

11 October 2016
287 Views
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Membangun bisnis dengan teman sendiri memang terkesan menyenangkan. Salah satu keunggulannya ialah Anda sudah lebih mengenal karakter rekan Anda dan tahu cara menghadapinya.

Namun, tentu saja, berbisnis bersama teman yang sudah akrab juga memiliki kelemahan, terutama karena tingginya perasaaan akrab dan kentalnya budaya ketimuran yang terlalu sungkan. Kedua hal ini kemudian cenderung mengarah ke pembagian tugas dan ekspektasi antara pihak-pihak yang mendirikan bisnis menjadi tidak tegas dan tidak jelas.

Inilah awal dari dampak negatif yang bisa timbul di masa mendatang, belum lagi bila bisnis yang dijalankan ternyata tidak prospektif. Selain itu, bisa timbul kesulitan mencari siapa yang bertanggung jawab bila muncul masalah saat bisnis berjalan.

Memiliki usaha dengan teman bisa menimbulkan masalah apabila Anda tak bisa memisahkan antara hubungan pribadi dengan kerja. Apabila Anda mulai mengalami hal ini, simak 5 tips untuk menyelesaikan masalah Anda!

1. Pahami karakter partner bisnis Anda
Setiap orang memiliki perilaku yang berbeda-beda. Anda perlu memahami bahwa perilaku orang bisa saja berubah dalam kondisi tertentu. Umumnya, seseorang memiliki perilaku natural dan adaptif yang berbeda.

Untuk itu, sangat penting bagi partner bisnis untuk mendalami lebih jauh mengenai karakter, perilaku dan gaya kepemimpinan satu sama lain. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan toleransi dan efektivitas komunikasi antar rekan bisnis apabila menemukan konflik di kemudian hari. (Untuk mengetahui gaya dan perilaku kepemimpinan Anda, daftar disini).

2. Perjelas kecocokan visi misi mendirikan bisnis
Layaknya rekan bisnis, Anda dan teman pun perlu menyamakan visi dan tujuan dalam berbisnis agar perjalanan bisnis dapat dipastikan menuju ke arah yang sama. Hal ini juga penting sebagai arah ketika menemukan konflik di kemudian hari. Apabila ternyata visi dan tujuannya berbeda, pertimbangkan lagi apakah benar dia adalah rekan bisnis yang tepat atau berusahalah mengkompromikannya.

Misalnya teman Anda berbisnis untuk investasi. Sementara tujuan Anda berbisnis untuk mencukupi kebutuhan keluarga Anda. Jangan sampai kebutuhan keluarga jadi tidak bisa terpenuhi lantaran bisnis Anda dan teman Anda tidak berjalan dengan baik.

3. Perjelas tugas dan ekspektasi
Dalam menentukkan hal ini, pertimbangkan potensi dan kemampuan masing-masing. Tentunya, Anda dan teman Anda berharap masing-masing akan memiliki hak dan tanggung jawab yang sama di dalam bisnis. Namun, dengan mengetahui potensi dan kemampuan masing-masing, pembagian tugas dan tanggung jawab akan jadi lebih mudah. Walaupun berbisnis dengan teman, sendiri, salah satu kunci suksesnya ialah tetap harus profesional dan jelas pembagian pekerjaannya.

4. Pisahkan antara pekerjaan dan bermain
Tempatkan diri Anda dengan baik pada ruang dan waktu tertentu. Jangan terlalu mudah sakit hati apabila menemukan konflik di kemudian hari. Gunakan konflik sebagai wadah saling mengenal satu sama lain dan fokuslah pada solusi bukan pada proses konflik. Setelah konflik selesai, kembalilah menjadi teman di luar pekerjaan.

5. Gunakan pihak ketiga untuk memfasilitasi konflik
Jangan ragu untuk meminta bantuan dari pihak ketiga yang netral untuk memfasilitasi penyelesaian konflik di bisnis Anda. Pandangan orang ketiga yang netral bisa menjadi masukan yang baik bagi kedua rekan bisnis dan arah bisnis itu sendiri. Seringkali, terlalu terlibat dalam suatu konflik membuat emosi Anda sudah terlalu kuat sehingga kehilangan akal logis dalam penyelesaian masalah. Disinilah Anda membutuhkan keahlian pihak ketiga yang netral yang akan membawa Anda dan rekan lebih fokus pada solusi bukan konflik (Daftarkan diri Anda untuk Business Alignment)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
previous article
Renungkan Lagi: Inikah Alasan Utama Anda Ketika Memulai Bisnis? (Artikel Bisnis)
next article
5 Cara Jadi Jenius Marketing (Artikel Bisnis)