Begin typing your search above and press return to search
7 October 2016,
 0
Better Team

Cara Memberhentikan Karyawan Dengan Cara yang Baik! (Artikel Bisnis)

7 October 2016
485 Views
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Urusan ketenagakerjaan memang seringkali bikin pengusaha pusing tujuh keliling. Mulai dari proses merekrut, mengelola karyawan hingga pada akhirnya yang terburuk adalah apabila Anda harus memberhentikan karyawan.

Sebenarnya, perlu diingat bahwa sebenarnya memutuskan hubungan kerja dengan karyawan yang kurang baik kinerjanya dilakukan untuk tujuan yang baik. Perlu Anda pikirkan, bahwa seringkali kinerja karyawan tidak maksimal karena mereka tidak bahagia bekerja di perusahaan Anda dan artinya Anda bukan opsi yang tepat bagi karyawan tersebut untuk mencapai impiannya.

Dengan demikian, apabila Anda memutuskan untuk menahan karyawan tersebut lebih lama, semakin lama pula mereka terikat dan tidak bisa berkemang. Berikan mereka kesempatan untuk berkembang di tempat lain yang lebih sesuai dan juga membawa bahagia.

Nah, untuk itu, berikut beberapa cara memberhentikan karyawan dengan cara yang baik!

1. Menggunakan Sistem Rank & Yank
Salah satu manajer paling terkenal sepanjang masa, Jack Welch mempopulerkan sebuah sistem rank & yank. Sistem ini akan mengelompokkan manajer dan timnya ke dalam tiga kategori: Top 20%, Middle 70%, dan Bottom 10 %.

Jelaskan cara main perusahaan Anda ini ke semua personil tim Anda. Bagi personil yang berada dalam posisi Middle 70% wajib diberikan pembinaan atau pelatihan. Tugas manajer juga termasuk menjaga mereka termotivasi dalam bekerja dan tidak tertekan dengan adanya sistem seperti ini. Adapun pada posisi Bottom 10% adalah semua orang-orang yang harus ‘pergi’. Meski terkesan sistem ini relatif radikal dan keras, namun hal ini memberikan sebuah keuntungan.

2. Ciptakan Standar Pekerjaan Yang Jelas
Anda perlu menentukan sebuah standar pekerjaan yang jelas dan sistem penilaian terbuka yang jelas dari awal. Dengan menjelaskan cara main di perusahaan Anda dengan jelas di awal, seharusnya tidak ada yang perlu heran jika karyawan dengan kinerja buruk, atau dalam peringkat terbawah, harus ‘pergi’.

3. Berikan Peringatan Sedini Mungkin
Berikan peringatan sedini mungkin kepada karyawan Anda apabila mereka memang melakukan sebuah kesalahan. Jangan tunggu sampai kesalahan mereka membuat perusahaan Anda rugi. Peringatan dini akan memberikan sebuah efek yan cukup baik, dengan begitu karyawan Anda pun merasa diperhatikan pekerjaannya dan kinerja mereka pun akan meningkat. Berikan peringatan dengan baik dilengkapi penjelasan yang dapat mereka pahami.

4. Katakan dengan singkat, halus dan to the point
Jangan terperangkap pada emosi si karyawan, dan sediakan kotak tisue di meja Anda. Hadirkan seorang saksi selama pertemuan Anda dengan dia, mengantisipasi kemungkinan ancaman pembalasan. Kemudian, proseslah langkah-langkah berikut:

• Katakan kepada sang karyawan bahwa ia diberhentikan dan kapan harus meninggalkan pekerjaannya.
• Jelaskan bahwa dia tidak mencapai tujuan yang anda inginkan berdasarkan peninjauan kinerja terakhir. Jika dia masih berkeberatan dan menjurus defensif, katakan saja: “Maaf, keputusan saya sudah bulat“.
• Terangkan berapa pesangon yang tersedia baginya serta tunjangan-tunjangan lain yang menjadi haknya.
• Terangkan kepadanya apa yang akan Anda katakan jika suatu saat anda diminta memberi referensi kerja tentang sang karyawan.

5. Jangan biarkan dia menunda-nunda
Ingat, jangan tahan karyawan yang tidak bahagia lebih lama lagi. Jika sudah tidak ada alasan untuk membiarkan sang karyawan menyelesaikan tugasnya, sebaiknya katakan padanya untuk segera meninggalkan kantor Anda. Pastikan ada orang mendampinginya meninggalkan pintu kantor anda untuk menghindari dia mengambil data penting atau aset lain.

6. Jagalah Hubungan Pasca Pemecatan
Jika Anda melakukan sebuah pemecatan dengan cara yang buruk maka hal tersebut dapat mengakibatkan beberapa efek samping yang sangat merugikan moral dan loyalitas dari sisa karyawan. Lakukan proses ini dengan baik dan komunikasikan hal ini terhadap seluruh personil perusahaan Anda. Hal ini perlu dilakukan supaya tidak ada yang merasa dirugikan dan iklim pekerjaan akan tetap terjaga dengan baik.

Memang, budaya ketimuran membuat hal-hal seperti ini menjadi lebih sulit bagi kita yang tinggal di Indonesia. Namun, perlu Anda ingat bahwa hal paling buruk yang mungkin dapat terjadi dengan mempertahankan karyawan yang mudah marah, emosional dan suka merusak artinya membiarkan karyawan tersebut memperburuk suasana kerja, dan berpengaruh secara umum bagi produksi atau hasil yang ingin dicapai.

Sebelum harus memberhentikan karyawan Anda, ada baiknya Anda mengetahui lebih banyak mengenai cara-cara merekrut agar tidak lagi salah pilih. Kemudian, setelah karyawan idaman tersebut sudah masuk dalam tim Anda, perlakukan mereka dengan baik dan tingkatkan employee engagement mereka (Lakukan survey employee engagemet).

Klik disini untuk bicara dengan Coach kami.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
previous article
7 Tanda Karyawan Superstar yang Perlu Anda Pertimbangkan! (Artikel Bisnis)
next article
Cara Mengelola Karyawan dengan Mindset Entrepreneur! (Artikel Bisnis)