Begin typing your search above and press return to search
26 September 2016,
 0
Family Business

Ini Dia 6 Fakta Tentang Bisnis Keluarga (Artikel Bisnis)

26 September 2016
164 Views
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Menurut sebuah artikel dari Merdeka.com, bisnis keluarga telah menjadi penunjang ekonomi-ekonomi negara di Asia termasuk Indonesia. Bisnis keluarga memang memiliki manfaat yang baik dalam menyediakan lapangan pekerjaan untuk warga lokal.

Jika berkaca pada Indonesia, banyak perusahaan yang sukses karena peran sentral keluarga para pendirinya. Contohnya adalah Nyona Meneer, Sidomuncul, Sari Ayu, Mustika Ratu, dan lainnya. Perusahaan-perusahaan keluarga yang sudah lama berdiri ini terbukti tangguh karena dapat mempertahankan dan mengembangkan perusahaannya.

Nah, bagi Anda yang sudah memiliki bisnis dan terpikir untuk membuatnya menjadi sebuah bisnis keluarga, yuk simak fakta-fakta berikut tentang bisnis keluarga di Indonesia yang bisa dijadikan acuan!

The Jakarta Consulting Group telah melakukan survey terhadap 87 perusahaan keluarga skala menengah ke atas yang tersebar di beberapa kota di Indonesia. Sekitar sepertiga dari respondennya mempunyai pasar nasional dan seperlima lainnya bahkan sudah merambah pasar internasional.

• Dinasty of Family
Mayoritas responden, menyatakan bahwa perusahaan keluarga tersebut pada mula pertamanya didirikan oleh single fighter. Selebihnya menggandeng mitra yang masih termasuk dalam close-circle family atau immediate family tadi, mulai dari suami/istri, saudara, sampai teman dekat terkait dengan aspek kepercayaan (trust) dan kesamaan visi.

• Keluarga Diharapkan Menjadi Penerus Usaha
Mayoritas pendiri mengatakan ingin agar anak-anak mereka masuk ke dalam perusahaan. Alasannya, karena dengan tingkat pengangguran yang demikian tinggi peluang kerja di luar perusahaan keluarga harus diakui masih cukup sulit. Selain itu ikatan keluarga khas bangsa-bangsa timur memang relatif lebih kuat di banding di negara-negara barat.

• Generasi Pendiri vs Generasi Penerus
Generasi baru cenderung mempunyai pandangan berbeda karena umumnya jenjang pendidikan yang ditempuhnya pun lebih tinggi. Hal inilah yang apabila tidak dikomunikasikan dengan baik bisa memicu konflik yang serius dan menghambat proses suksesi.

• Inward looking vs outward looking
Adanya dua cara pandang yang saling terkait dalam bisnis keluarga. Nilai-nilai yang ditekankan dalam keluarga umumnya inward looking, berdasarkan emosi, sharing, lifelong membership, dan keengganan untuk berubah. Sedangkan nilai-nilai yang diperlukan dalam bisnis adalah outward looking atau melihat keluar, berdasarkan tugas, tidak emosional, penghargaan berdasarkan prestasi, keanggotaan berdasarkan kinerja, dan mengacu pada perubahan. Dalam penyelarasan ini kunci utamanya terletak pada upaya menggandengkan company values dan family values.

• Minat Keluarga vs Bisnis
Untuk menghindari konflik ini, anggota keluarga perlu menetapkan peran, yaitu memutuskan siapa mengerjakan apa, dan jika peran-peran itu berubah, akan berdampak pada bisnis dan keluarga. Misalnya anak pertama memegang manufacturing, anak kedua memegang logistik, anak ketiga memegang distribusi, anak keempat memegang marketing, dan seterusnya, sehingga akhirnya perusahaan menjadi besar dengan value chain yang menjadi satu.

• Peran, Kompensasi dan Keadilan
Peran erat kaitannya dengan kompensasi yang harus mengokomodasi prinsip keadilan (fairness). Prinsip keadilan juga harus diterapkan dalam distribusi pendapatan di antara anggota-anggota keluarga. Kunci dari semua ini adalah komunikasi dan mengungkapkan isu secara terbuka dengan seluruh keluarga utamanya dan juga orang kunci di luar anggota keluarga. Selain itu, diperlukan struktur manajemen, terutama terkait dengan penempatan anggota keluarga dalam struktur organisasi beserta kompetensi yang diperlukannya.

Berbicara tentang kepemimpinan dalam konteks perusahaan keluarga tentu tak luput dari suksesi. Suksesi merupakan isu yang paling krusial, terutama kalau kendali perusahaan sudah mulai bergerak ke arah generasi kedua, apalagi generasi ketiga. Isu-isu dalam suksesi antara lain adalah rencana suksesi yang tidak jelas dan konflik antara calon-calon pengganti. Kata kuncinya ialah kapan perusahaan akan diwariskan dan kepada siapa. Secara implisit, komunikasi mutlak diperlukan di sini.

Di samping keluarga, perusahaan juga perlu mempertimbangkan karyawan profesional yang qualified di bidangnya untuk mempromosikan akuntabilitas dalam manajemen, membuat keputusan berdasarkan penilaian bisnis murni, dan memperluas jaringan. Dengan makin banyaknya porsi profesional dalam perusahaan keluarga, pihak keluarga dapat memusatkan energi pada pengawasan yang menjamin keberlangsungan usaha. Hal ini mengingat betapa banyak perusahaan keluarga jatuh baru di tahap survival. Selamat mencoba dan sukses untuk usaha Anda!

Jika Anda ingin bicara lebih banyak dengan seorang Business Coach yang bisa membantu Anda mengurai langkah-langkah ini ke dalam bisnis Anda, silahkan klik disini!

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
previous article
3 Tips Jitu Menghadapi Bos Ekspatriat! (Artikel Bisnis)
next article
8 Tips Untuk Meneruskan Bisnis Keluarga (Artikel Bisnis)