Begin typing your search above and press return to search
11 November 2013,
 0
More Money

Menjual Melalui Kemasan Produk

11 November 2013
139 Views
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Kita masih sering mendengar dan terperangkap pada ungkapan bahwa produk yang dibuat haruslah dipasarkan semurah mungkin sehingga dapat mendongkrak penjualan yang tinggi, Itu memang benar kalau semua pembelian menggunakan logika.

Tetapi, khusus untuk consumer goods, yang langsung akan dibeli oleh individu, survei sudah membuktikan ternyata “kesan pertamalah” yang menjadi pilihan pembelian suatu produk.

Apakah seorang pembeli di swalayan membaca dengan teliti keistimewaan produk yang ditulis dengan huruf-huruf yang kecil, yang ada di rak sebelum dia membeli ? memang ada, tapi saya yakin persentasenya kecil.

Jadi, supaya produk bisa “menjual dengan sendirinya”, maka kemasan bukan hanya harus memenuhi fungsi dasarnya sebagai pelindung produk, kemasan juga harus  menambah “nilai jual” dari produk tersebut. Lebih baik lagi,  bila dari jauh kemasan sudah  memancarkan “aura” untuk menarik pembeli untuk mendekat dan mengambilnya dari rak pajangan. Dengan demikian Anda telah memiliki kemasan produk yang dapat berperan sebagai seorang pramuniaga.

Perkembangan “indah”nya kemasan tergantung dari daya beli masyarakat!

Masih menjadi pandangan umum di Indonesia bahwa pasar di Indonesia belum membutuhkan sentuhan indahnya kemasan, yang penting murah! Sebenarnya masyarakat Indonesia itu sendiri juga ada sekelompok kecil secara persentase (3% ?) yang bisa digolongkan masyarakat atas kelas dunia. Ini berarti secara jumlah tetap lebih besar dari seluruh penduduk pulau Singapore! Golongan tersebut adalah warga dunia, yang tentunya memiliki buying power  yang besar. Oleh karena itu tentu mereka tidak akan keberatan untuk membeli produk dengan kemasan indah menarik.

Satu indikator lain yang bisa digunakan untuk melihat apakah masyarakat suatu negara/kota sudah mampu membeli barang dengan kemasan yang indah adalah dari selera fashionpara wanitanya, contoh saja di Asia, mulai dari Tokyo, Shanghai, Singapore, Kuala Lumpur, Bangkok, Jakarta. Semakin suatu kota memiliki selera busana yang tinggi, demikian pula kemasan produk di estalasi toko, supermarket, semakin indah dan menawan.

Dan sangat nyata, bahwa orang membeli produk lebih banyak  berdasarkan emosionalnya dari pada logikanya, bahkan sudah menjadi rahasia umum, bila harga kemasannya jauh lebih mahal dari barangnya itu sendiri. Sebagai contoh : kemasan kue muaci di Jepang jauh lebih mahal dari kuenya sendiri!)

Warna selalu menarik perhatian!

Bayangkan kala dunia ini hanya hitam putih, pastilah kehidupan ini tidak bergairah dan kurang indah. Dengan perkembangan teknologi, warna sudah bisa dihadirkan di semua kemasan berkat kreasi, para pakar pigmen yang bisa menciptakan berbagai macam zat warna, kemudian ditambah sentuhan pakar tinta, pigmen tersebut bisa dengan mudahnya dicetak ke atas semua substrat kemasan. Ditambah innovasi tiada hentinya dari para ahli mesin cetak, sehingga para designer yang penuh imaginasi, bisa menghadirkan kemasan yang begitu indah dan memukau untuk menarik perhatian pelanggan.

Sudah saatnya para perancang kemasan memperhatikan trend ini dan menciptakan momentum membuat dunia consumer goods lebih indah, dengan mendongkrak nilai tambah produk yang dikemasnya.

– Coach Cahyadi –

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
previous article
STOP MENYIA-NYIAKAN DANA MARKETING ANDA
next article
Sell The Problem