Begin typing your search above and press return to search
12 September 2016,
 0
Family Business

Bisnis Keluarga vs Bangun Usaha Sendiri? (Artikel Bisnis)

12 September 2016
904 Views

Seiring maraknya gema gerakan wirausaha muda di Indonesia, salah satu pertanyaan yang jarang absen dalam setiap kegiatan ActionCOACH soal bisnis keluarga yakni, “Apakah saya harus meneruskan bisnis Papa saya atau sebaiknya saya membangun usaha saya sendiri?”.

Menurut Coach Cahyadi Kurniawan yang ahli di bidang Bisnis Keluarga, jawabannya cukup sederhana.
“Tentu saja bisnis keluarga yang sudah memiliki besaran omzet dan profit tertentu, hal tersebut merupakan spring board atau papan loncatan yang baik bagi anak muda yang ditunjuk sebagai penerus. Papan loncatan artinya bagaimana anak muda tersebut mampu mengembangkan usaha keluarga tersebut ke level berikutnya,” ujar Coach CK, begitu beliau akrab disapanya.

Menurutnya, adalah suatu tragedi apabila usaha yang telah lama dirintis orang tua dibiarkan begitu saja dengan alasan tidak ada penerusnya.

Namun demikian, bukan berarti meneruskan usaha orang tua adalah sebuah keharusan yang mutlak. Anak muda atau generasi penerus harus mempertimbangkan apakah masa depan usaha tersebut masih relevan di masa depan. Apabila memang tidak relevan di masa depan, sebaiknya dipertimbangkan untuk membuka usaha sendiri.

Dalam hal ini, perlu diperhatikan bahwa masa depan usaha merupakan hal yang berbeda dengan cara usaha. Banyak anak muda yang merasa ‘tidak cocok’ dengan cara usaha generasi pendahulu. Apabila ini yang terjadi, bukan artinya usaha tersebut merupakan usaha yang tidak baik. Malah, disinilah tantangan bagi generasi penerus untuk memperbaiki cara kerja yang dahulu agar bisa lebih smart dan mampu bersaing di era sekarang maupun mendatang.

Untuk itu, berikut merupakan 3 hal yang bisa Anda pertimbangkan untuk meneruskan usaha keluarga:
1. Sudah terbukti di pasar
Bisnis tersebut sudah terbukti memiliki dasar pelanggan, produk/jasa yang terbukti diterima di pasar dan telah berjalan sekian lamanya.

2. Belajar bisnis lebih mudah
Pembelajaran mengenai jenis usaha lebih mudah karena bisa memetik pengalaman dari orang tua sendiri.

3. Tidak perlu mulai dari Nol
Banyak potensi bisnis keluarga yang belum tergali sehingga masih banyak peluang bagi generasi penerus untuk mengembangkan bisnis tersebut ke level selanjutnya.

Di sisi lain, bagi Anda yang akan memulai startup-mu sendiri, berikut 3 pertanyaan penting dari Coach CK yang bisa membantu mematangkan bisnis Anda!
1. Apakah business Anda memberi nilai tambah atau membuat pelanggan hidup lebih nyaman yaitu ada pengurangan proses dan biaya untuk mendapat layanan tersebut?
2. Apakah Anda memiliki passion terhadap usaha tersebut?
3. Apakah tidak sebaiknya meneruskan usaha keluarga dan langsung memgembangkan usaha tersebut ke level berikutnya?

Nah, sudahkah Anda memutuskan antara Bisnis Keluarga atau Startup?

Bagi Anda yang ingin diskusi lebih jauh dengan seorang Coach tentang bisnis keluarga Anda, silahkan klik disini!

 

Video yang direkomendasikan:

previous article
Top 5 Retaining Strategies for Generation Y: Employee Engagement (Artikel Bisnis)
next article
Bridging the Gaps for Chinese Family Business…Here’s How… (Artikel Bisnis)
X